Now Reading
Tidak Berdampak Positif Buat Ekonomi Rakyat, Sultan Yogya Tolak Bangun Tol ke Bandara
0

Tidak Berdampak Positif Buat Ekonomi Rakyat, Sultan Yogya Tolak Bangun Tol ke Bandara

by admin25 Juni 2018

deBONG.id – Dibangunnya bandara baru, New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA), membuat pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merasa perlu adanya akses penghubung yang memadai antara Kota Yogyakarta dengan bandara baru tersebut. Selain memadai, penghubung diharapkan bisa meningkatkan perekonomian di sekitar akses tersebut.

Hanya saja, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menolak ketika ada rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan bandara baru dengan Kota Yogyakarta sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi DIY. Sebab, tol tersebut tidak akan memberikan efek positif terhadap perekonomian masyarakat yang dilalui jalan tol ini.

Oleh karena itu, Raja Yogyakarta ini lebih memilih untuk membangun outer ringroad ketimbang membangun jalan tol yang dilakukan oleh pihak swasta. Sebab, outer ringroad akan memberikan dampak lebih besar dibanding dengan jalan tol. Outer ringroad justru akan menjadi magnet baru pertumbuhan perekonomian di DIY.

Sementara dengan jalan tol, akses perekonomian masyarakat justru akan terpangkas, terlebih jika dikelola oleh pihak swasta. Jalan Tol hanya akan menguntungkan pengembang atau pengelola tol, serta pengguna kendaraan bermotor.

“Tidak bisa saya bayangkan ketika Pasar Godean yang dikenal sebagai sentra belut akan hilang karena jalan tol yang dibangun oleh pihak swasta. Oleh karena itu, saya lebih memilih outer ringroad saja,” tuturnya.

Sultan sendiri mengungkapkan, tahapan proyek outer ringroad ini sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah DIY. Tahun ini sebenarnya pemerintah DIY sudah melakukan pembebasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan outer ringroad tersebut. Hanya saja Sultan enggan menyebutkan wilayah mana saja yang akan dibebaskan.

Sultan khawatir, ketika ia menyebutkan secara detail wilayah yang akan dijadikan lokasi sebagai pembangunan outer ringroad, maka harga tanah tiba-tiba akan melonjak. Karena biasanya, ketika mengetahui akan ada proyek dari pemerintah dengan melakukan pembebasan lahan, para spekulan tanah akan langsung bermain.

“Yang jelas dari Tempel ke Prambanan ke selatan dan ke Barat di mana nanti Sentolo ke utara menjadi empat jalur untuk tembus ke Muntilan,” papar Sultan.
Keberadaan bandara baru ini tidak hanya menuntut kesiapan pemerintah daerah untuk memanfaatkan momentum peningkatan perekonomian DIY. Tak hanya pemerintah, masyarakat juga dituntut bisa melakukan persiapan secara kreatif untuk bisa memanfaatkan keberadaan bandara baru tersebut sebagai salah satu pemicu peningkatan perekonomian mereka.

Menurut Sultan, tantangan ini semakin besar dengan adanya bandara baru tersebut. NYIA akan membuat wilayah DIY semakin terbuka. Selain itu, NYIA juga memberi ruang untuk Kabupaten Purworejo, Kebumen, dan sekitarnya yang notabene masuk wilayah Jawa Tengah menjadi semakin tumbuh.

“Warga DIY jangan sampai ketinggalan memanfaatkan momentum tersebut,” tandasnya.*

Sumber : Kumparan

About The Author
admin

Leave a Response